Atau bisa juga * Read more: http://syamsudinnamaku.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-pesan-pembuka-dan-penutup.html#ixzz1oJwESRxp onmousedown="return false"

EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN

Label:

Evaluasi proses pembelajaran merupakan tahap yang perlu dilakukan oleh guru untuk menentukan kualitas pembelajaran. Kegiatan ini sering disebut juga sebagai refleksi proses pembelajaran, karena kita akan menemukan kelebihan dan kekurangan dari proses pembelajaran yang telah dilakukan.
Dalam Permen No. 41 tahun 2007 tentang Standar proses dinyatakan bahwa evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan poses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara:
a. Membandingkan poses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses
b. Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru

A. EVALUASI DIRI
Evalusi proses pembelajaran dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan secara mandiri. Guru dapat menuangkan evaluasi yang telah dilakukannya dalam jurnal refleksi pembelajaran. Guru dapat mengisi jurnal ini pada setiap pelajaran yang telah diberikan/ diajarkan atau selama guru tersebut melaksanakan pekerjaan sehari-harinya sebagai guru
Jurnal merekam renungan dan refleksi dari pikiran, seperti:
• Apa yang saya ajarkan hari ini?
• Apa yang masih membingunkan bagi siswa?
• Apakah saya menemukan masalah dan issu yang tidak diharapkan?
• Apa jenis pembelajaran tingkat tinggi yang saya sampaikan?
• Apa jenis pembelajaran tingkat rendah yang saya sampaikan?
• Apakah siswa saya dapat menerima materi yang saya ajarkan?
• Apakah saya telah membelajarkan siswa?
• Bagaimana saya memperbaiki tehnik pembelajaran?
• Apa yang ingin dan perlu kuketahui lebih banyak lagi?
• Apa sumber belajar yang memberi ilham dan menyenangkan saya (photo, websites, dll)?
• Apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai?

B. EVALUASI KOLABORATIF
Guru dapat melakukan evaluasi proses pembelajaran secara kolaboratif. Kolaborasi dapat dilakukan dengan rekan guru atau siswa.

C. DOKUMENTASI PROSES PEMBELAJARAN
Dalam evaluasi proses pembelajaran, yang perlu diperhatikan juga adalah mendokumentasikan berbagai hal yang menyangkut proses pembelajaran. Hal-hal yang perlu didokumentasikan adalah:
1. dokumen silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
2. dokumen hasil diskusi, kliping, laporan hasil analis terhadap suatu masalah yang menunjukkan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar
3. dokumen pemanfaatan berbagai fasilitas yang menunjukkan difungsikannya sumber-sumber belajar
4. dokumen yang menunjukkan adanya kegiatan mengunjungi perpustakaan, mengakses internet, kelompok ilmiah remaja, kelompok belajar bahasa asing (bahasa inggris, bahasa arab, bahasa jepang, bahasa mandarin, bahasa perancis, dan lain-lain), mengunjungi sumber belajar di luar lingkungan sekolah (museum, kebun raya, pusat industri, dan lain-lain) yang menunjukkan adanya program pembiasaan mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
5. dokumen pemanfaatan lingkungan baik di dalam maupun di luar kelas seperti kebun untuk praktek biologi, daur ulang sampah, kunjungan ke laboratorium alam, dan sebagainya yang menunjukkan adanya pengalaman belajar untuk memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
6. dokumen kegiatan pekan bahasa, seni dan budaya, pentas seni, pameran lukisan, teater, latihan tari, latihan musik, ketrampilan membuat barang seni, karya teknologi tepat guna dan lain sebagainya yang menunjukkan adanya pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
7. dokumen kegiatan megunjungi pameran lukisan, konser musik, pagelaran tari, musik, drama, dan sebagainya yang menunjukkan adanya pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya
8. dokumen kegiatan mengikuti pertandingan antar kelas, tingkat kabupaten / propinsi / nasional yang menunjukkan adanya pengalaman belajar untuk menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif.
9. dokumen pembiasaan dan pengamalan ajaran agama seperti aktivitas ibadah bersama, peringatan hari-hari besar agama, membantu warga sekolah yang memerlukan
10. dokumen penugasan latihan ketrampilan menulis siswa, seperti: hasil portofolio, buletin siswa, majalah dinding, laporan penulisan karya tulis, laporan kunjungan lapangan, dan lain-lain
11. dokumen laporan kepengawasan proses pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah
Incoming search terms:

* evaluasi pembelajaran
* evaluasi proses pembelajaran
* proses pembelajaran
* evaluasi proses
* evaluasi belajar
* proses evaluasi
* evaluasi pendidikan
* evaluasi program pembelajaran
* evaluasi belajar dan pembelajaran
* jurnal evaluasi pendidikan

BERBAGAI JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

Label:

Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang palng sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang.

Berbagai sudut pandang untuk menggolongkan jenis-jenis media.

Rudy Bretz (1971) menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara, visual dan gerak):

1. Media audio

2. Media cetak

3. Media visual diam

4. Media visual gerak

5. Media audio semi gerak

6. Media visual semi gerak

7. Media audio visual diam

8. Media audio visual gerak

Anderson (1976) menggolongkan menjadi 10 media:

1. audio : Kaset audio, siaran radio, CD, telepon

2. cetak : buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar

3. audio-cetak : kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis

4. proyeksi visual diam : Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)

5. proyeksi audio visual diam : film bingkai slide bersuara

6. visual gerak : film bisu

7. audio visual gerak : film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi

8. obyek fisik : Benda nyata, model, spesimen

9. manusia dan lingkungan : guru, pustakawan, laboran

10. komputer : CAI

Schramm (1985) menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (film, TV, Video/VCD,) dan media sederhana (slide, audio, transparansi, teks). Selain itu menggolongkan media berdasarkan jangkauannya, yaitu media masal (liputannya luas dan serentak / radio, televisi), media kelompok (liputannya seluas ruangan / kaset audio, video, OHP, slide, dll), media individual (untuk perorangan / buku teks, telepon, CAI).

Henrich, dkk menggolongkan:

1. media yang tidak diproyeksikan

2. media yang diproyeksikan

3. media audio

4. media video

5. media berbasis komputer

6. multi media kit.

Pada artikel ini, media akan diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media audio-visual.





A. MEDIA VISUAL

1. Media yang tidak diproyeksikan

1. Media realia adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
2. Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.
3. Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:

1) gambar / foto: paling umum digunakan

2) sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.

3) diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel samapai organisme.

4) bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.

5) grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.



2. Media proyeksi

1. Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:

- Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu

- Membuat sendiri secara manual

2. Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.



B. MEDIA AUDIO

1. Radio

Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.

2. Kaset-audio

Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.



C. MEDIA AUDIO-VISUAL

1. Media video

Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.



2. Media komputer

Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.
Incoming search terms:

* situs pendidikan
* contoh media pembelajaran
* jenis-jenis media pembelajaran
* jenis media pembelajaran
* jenis jenis media pembelajaran
* jenis-jenis media
* jenis media
* jenis media pendidikan
* jenis jenis media
* gambar media pembelajaran

UJUNG TOMBAK PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Label:

Mutu Pendidikan sudah lama menjadi bahan perbincangan. Tidak dapat dipungkiri bahwa mutu pendidikan di Indonesia belum menggembirakan. Kondisi sekolah, seperti kurikulum sekolah yang tidak disahkan dan direview, banyaknya peserta didik yang belum dapat mencapai kompetensi yang diharapkan, proses pembelajaran yang belum sesuai standar, partisipasi masyarakat yang semakin menurun, kerusakan gedung sekolah, kurangnya kualitas guru di daerah, serta masalah pemerataan guru masih banyak dijumpai.

Sebagai komitmen terhadap mutu, pemerintah merancang sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP). SPMP dituangkan dalam Permendiknas No. 63 tahun 2009. Dalam Permendiknas tersebut dinyatakan bahwa “Penjaminan mutu adalah serangkaian proses dan sistem yang terkait untuk mengumpulkan , menganalisis, dan melaporkan data mutu tentang kinerja staf, program, dan lembaga” . Dengan demikian dalam rangka mengimplementasikan SPMP diawali dengan kegiatan mengumpulkan data berdasarkan kondisi real untuk mendapatkan data yang valid. Data yang terkumpul akan dianalisis dan dilaporkan, dan digunakan sebagai sumber data dalam menyusun program atau kebijakan selanjutnya. Akhirnya akan tersusun program-program dari data yang buttom up, sesuai kebutuhan dan tepat sasaran bagi peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan ini dilakukan terus menerus untuk menciptakan budaya mutu.

Sekolah adalah ujung tombak penjaminan mutu. Namun demikian keberhasilan implementasi SPMP tidak hanya tanggung jawab satu lembaga atau satu individu saja. Implementasi SPMP diperlukan komitmen dari berbagai pihak terkait. Dapat dikatakan quality is everybody bisnis atau mutu adalah tanggung jawab setiap orang.

Berkaitan dengan perannya sebagai ujung tombak penjaminan mutu, sekolah wajib mengoperasionalkan delapan standar nasional pendidikan yang meliputi: Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Penilaian, Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Standar Pembiayaan. Kedelapan Standar Nasional Pendidikan inilah yang dijadikan sebagai acuan mutu pendidikan. Dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa “Dalam rangka melakukan penjaminan mutu pendidikan pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan”. Dengan demikian sekolah wajib mencapai atau melampaui delapan standar nasional pendidikan tersebut. Dokumen delapan standar nasional pendidikan menjadi dokumen wajib bagi sekolah untuk dimiliki, dikaji, dianalisis dan diimplementasikan di sekolah.

Kegiatan yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam mengimplementasikan SPMP, diantaranya adalah melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS). EDS adalah proses evaluasi diri yang didorong secara internal oleh sekolah itu sendiri dengan melibatkan pemangku kepentingan guna melihat kinerja sekolah terhadap pencapaian SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai dasar dalam peningkatkan mutu proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa yang terumuskan dalam RKS.

Sekolah melakukan EDS karena merasa perlu mengevaluasi kinerjanya terhadap pencapaian standar nasional pendidikan. EDS dilakukan oleh sekolah dan untuk sekolah. Jadi EDS dilakukan karena komitmen dari pihak sekolah sendiri untuk selalu memperbaiki dan mengembangkan sekolahnya, bukan karena tuntutan pihak luar, misal karena dikejar-kejar atau diminta laporan oleh pihak dinas atau LPMP.

Sebagian sekolah telah melaksanakan EDS. Beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti dalam pelaksanaan EDS adalah sebagai berikut: 1) Keterlibatan komite dan orang tua belum optimal; 2) Pembinaan pengawas ke sekolah binannya belum optimal; 3) Kemampuan mengoperasikan computer pada beberapa sekolah masih kurang; 4) Adanya sekolah yang tidak memiliki komitmen untuk melakukan EDS.

Komite dan wakil orang tua sebagai anggota tim pengembang sekolah belum optimal melakukan tugasnya. Komite dan wakil orang tua di beberapa sekolah sekedar menghadiri kegiatan pengisian instrument EDS, tetapi tidak terlibat memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran untuk mengisi dan menganalisis instrument EDS. Bahkan beberapa sekolah merasa enggan untuk melibatkan komite dan wakil orang tua karena beranggapan tidak ada artinya pelibatan mereka. Untuk itu perlu perubahan pola pikir dari pihak sekolah bahwa keterlibatan komite dan orang tua ini sangat dibutuhkan dalam melakukan EDS. Tidak hanya sekedar tertulis dalam SK, penunjukan komite dan wakil orang tua harus yang benar-benar memiliki komitmen dan kapasitas untuk turut mengembangkan sekolah melalui kegiatan EDS. Dengan keterlibatan komite dan orang tua membuat mereka memahami kondisi sekolah dan kondisi yang harus dicapai sekolah, yang selanjutnya dapat memunculkan komitmen dan tanggung jawab yang lebih tinggi untuk turut serta mengembangkan sekolahnya.

Peran pengawas dalam implementasi EDS di satuan pendidikan dapat dikatakan belum optimal, meskipun tidak terjadi pada semua pengawas. Ada sebagian pengawas yang tidak benar-benar mendampingi sekolah binaannya untuk mengisi dan menganalisis EDS. Bahkan dijumpai pengawas yang belum memahami apa, mengapa dan bagaimana EDS. Sementara pengawas merupakan anggota tim pengembang sekolah, peran pengawas adalah membina sekolah dalam melakukan EDS sekaligus memonitor valid atau tidaknya data EDS, karena data ini akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan monitoring sekolah oleh pemerintah daerah (MSPD). Dengan demikian keterlibatan pengawas dalam melakukan EDS mempermudah tugasnya dalam menyusun MSPD.

Kurangnya penguasaaan ICT juga menjadi kendala dalam pelaksanaan EDS. Khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Keterbatasan SDM dalam mengoperasikan komputer menyebabkan kesulitan untuk menyelesaikan EDS. Kondisi yang dijumpai adalah sebagian sekolah memiliki hard copi laporan EDS tetapi file tidak ditemukan bahkan sudah tidak tersimpan lagi, ini menjadi kendala dalam memperbaiki data. Penguasaan ICT mendukung keterlaksanaan EDS, apalagi dengan adanya instrument EDS online yang harus diisi oleh sekolah berdasarkan EDS manual. Selain itu beberapa sekolah yang telah memiliki fasilitas on line mempermudah komunikasi dengan pendampingan, melalui pemanfaatan email, chatting, web/blog, facebook dan sebagainya sehingga EDS terlaksana lebih optimal.

Sementara itu sekolah yang memiliki sumber daya memadai tetapi tidak ada komitmen untuk melakukan EDS juga menjadi kendala. Sejak awal sekolah tidak merespon program EDS, karena belum merasakan manfaat dari EDS. Hal tersebut membutuhkan kerjasama yang lebih erat dan komunikasi yang lebih intensif antara pendamping, pengawas dan pihak sekolah.

Dengan perannya sebagai ujung tombak penjaminan mutu, sekolah memerlukan dukungan dari berbagai pihak terkait. Beberapa kegiatan yang tidak dapat ditindaklanjuti oleh sekolah tentunya akan ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah baik kab/kota, propinsi, maupun pemerintah pusat, termasuk LPMP sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) benar-benar harus terpahami dan terinternalisasi pada diri setiap pemangku kepentingan. Sudah saatnya untuk mengubah pola kerja yang berorientasi kuantitas atau keterlaksanaan tugas menuju orientasi mutu / kualitas. Sampai saat ini kita masih merasakan bahwa program-program yang dilakukan berbagai instansi terkait masih sekedar berjalan atau hanya mencapai target kuantitas. Budaya mutu yang seharusnya dibangun tidak hanya di sekolah belum tercipta.

Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa sistem penjaminan mutu pendidikan dapat terimplementasi sesuai yang diharapkan dan mampu meningkatkan mutu pendidikan ketika ada komitmen dari semua pihak terkait. Sekolah meningkatkan perannya sebagai ujung tombak penjaminan mutu pendidikan. Instansi terkait lainnya menjalankan peran sesuai wewenangnya masing-masing. Bersama-sama membangun budaya mutu. Hal tersebut bukan sebuah pekerjaan yang semudah membalikkan telapak tangan, tetapi membutuhkan kerja keras dan usaha. Karena tidak akan ada artinya ketika sistem sudah baik tetapi SDM yang ada tidak memiliki komitmen untuk mencapai mutu.

http://lpmpsulsel.net
Incoming search terms:

* guru merupakan ujung tombak dalam pencapaian kompetensi siswa
* guru sebagai ujung tombak pendidikan
* guru merupakan ujung tombak pencapaian kompetensi siswa
* guru sebagai ujung tombak
* guru merupakan ujung tombak
* guru sebagai ujung tombak dalam pendidikan
* budaya mutu pendidikan
* bagaimana sekolah melakukan penjaminan mutu
* ujung tombak penjaminan mutu pendidikan
* keadaan mutu pendidikan di indonesia

UJI KOMPETENSI AWAL PRASERTIFIKASI GURU

Label:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan uji kompetensi guru mulai tahun 2012. Uji kompetensi awal (UKA) dilakukan berdasarkan hasil konsorsium sertifikasi guru. Melalui UKA akan terjaring 250 000 guru yang berhak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2012. Di akhir PLPG dilakukan tes akhir untuk menentukan bahwa guru layak mendapat sertifikat pendidik profesional. PLPG dilaksanakan selama 10 hari oleh perguruan tinggi yang ditunjuk. Sedangkan guru yang tidak lolos UKA mendapat kesempatan untuk mengulang setelah dilakukan pembinaan. Melalui UKA akan tersusun peta kompetensi guru yang dapat dijadikan dasar untuk menyusun program-program peningkatan kompetensi guru.

UKA dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 25 Februari 2012. Quota tahun ini adalah 300 000 guru untuk jenjang TK – SMK sederajat dan guru PLB. UKA dilaksanakan di Kabupaten Kota masing-masing. Pengumuman kelulusan tanggal 18 Maret 2012.

Pelaksanaan UKA akan diawasi dan di pantau oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPMP), Perguruan Tinggi, seta Dinas Pendidikan Propinsi dan Kabupaten. Sebagai pengawas ruang adalah pengawas sekolah.

Soal UKA dibuat secara nasional oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan. Materi UKA meliputi 30% kompetensi pedagogi dan 70% kompetensi professional. Soal akan digandakan dan di distribusikan ke tempat pelaksanaan UKA oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Guru akan mengerjakan soal dan mengisi lembar jawab komputer (LJK). LJK yang telah diisi akan dibawa ke LPMP dan dikirim kembali ke pusat.

Adapun kisis-kisi dapat download di sergur.kemdiknas.go.id/index.php?pg=kisiuka atau beberapa ada di bawah ini

Guru Kelas SD

Guru kelas SDLB

IPA SMP

Biologi SMA
Incoming search terms:

* pengumuman kelulusan UKA
* kriteria kelulusan uka
* hasil uji kompetensi awal
* uji kompetensi awal
* uji kompetensi guru
* kriteria kelulusan uka guru
* Kriteria kelulusan UKA 2012
* HASIL UJIAN PRASERTIFIKASI GURU 2012
* pengumuman uji kompetensi awal
* pengumuman uji kompetensi guru

Manajemen Berbasis Sekolah

Label:

Manajemen Berbasis Sekolah

Website SchoolDevelopment.Net merupakan bagian dari Pendidikan Network Indonesia dan tujuan utama kami adalah pengembangan pendidikan di Indonesia. Tetapi, kami sudah menerima beberapa surat yang mengucapkan terima kasih dari konsultan-konsultan pendidikan yang sedang bekerja di negara lain yang sedang berkembang. Kami ingin mengumpulkan sebanyak mungkin informasi praktis dari mereka yang berpengalaman di lapangan - supaya dapat digunakan oleh semua negara yang sedang berkembang (developing country). Di bidang pendidikan, negara mana yang tidak dapat disebut developing country?

Sebelum desentralisasi, beberapa sekolah di Indonesia sudah melaksanakan proses Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) secara mandiri dan mereka mampu mengatasi banyak masalah-masalah yang berkaitan dengan pengembangan sekolah secara internal. Sekolah-sekolah ini, sebagian yang didaftar (sebelah kiri), disebut sebagai pelopor, dan perkembangannya sebenarnya cukup hebat. Kepala sekolah juga termasuk berani kalau kita melihat keadaan lingkungan dan paradigma sistem manajemen pendidikan saat itu.

Sekarang, di beberapa propinsi di Indonesia kami mulai dapat melihat kemampuan sebenarnya dari MBS karena dukungan yang diberikan dari Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan. Transformasi yang dilaksanakan luar biasa. Proses MBS tidak dapat disebut baru di Indonesia, tetapi pelaksanaan sekarang dibuktikan dapat mengubah kebudayaan dan sistem supaya pengembangannya menjadi efektif dan "sustainable".

Apa yang membuat implementasi sekarang menjadi efektif?
Dasarnya adalah - Manajemen implementasi yang bagus. Seperti semua inisiatif yang lain, manajemen yang bagus adalah kunci untuk implementasi yang afektif. Bila perubahan sistemik dilaksanakan tanpa perubahan kebudayaan organisasi, implementasinya sering gagal dan kembali ke keadaan sebelumnya, seperti kita sudah melihat dulu setelah kepala sekolah yang mendorong prosesnya dipindahkan ke sekolah yang lain.

Untuk implementasi yang bagus semua stakeholder harus sangat mengerti peran mereka masing-masing. Sesuai dengan etos MBS peran mereka tidak dapat dipastikan dari awal secara hitam di atas putih, mereka perlu, secara proses terbuka, mendiskusikan dan menukar pikiran supaya peran mereka yang paling mendukung guru di lapangan dan proses belajar-mengajar secara maksimal dapat ditentukan. Di dalam program baru, tidak ada peserta (stakeholder) yang dianggap superior, semua stakeholder walau mereka adalah Dewan Pendidikan, guru baru, atau orang tua yang petani, membawa input (pengalaman) dan kebutuhan mereka ke meja diskusi untuk mencari jalan terbaik untuk membantu stakeholder yang lain maupun keperluan mereka sendiri. Sekarang, yang juga sangat mendukung prosesnya adalah kita sekalian mengimplementasikan PAKEM (Contextual Learning).
PAKEM - Contextual Learning

Bila proses-proses di atas sudah diikuti dengan baik, dan berjalan secara efektif kita seharusnya dapat melihat situasi pengajaran dan pelajaran yang lebih baik, tetapi bila kita tidak mulai menghadapi hal cara siswa kita belajar, dan apa yang mereka pelajari keuntungan mungkin tidak dapat dilihat dari hasil karya mereka (outcomes). Yang pertama, apa maksud kami "apa yang mereka pelajari". Maksud kami bukan kurikulum, kurikulumnya tidak akan diubah. Yang kami maksud adalah mereka perlu mulai belajar mengenai cara mereka belajar (learning how to learn), cara belajar secara penemuan (discovery), secara kreatif, analisa, dan kritis, supaya mereka dapat menjadi pelajar selama hidup (life-long learners) yang efektif.
Bacaan tertarik: Untuk apa pendidikan?

Yang kedua, "cara siswa kita belajar", apa itu PAKEM (Contextual Learning)?
"A conception that helps teachers relate subject matter content to real world situations and motivates students to make connections between knowledge and its applications to their lives as family members, citizens, and workers." (BEST, 2001).
Satu konsep yang membantu guru-guru menghubungkan isinya mata pelajaran dengan situasi keadaan di dunia (real world) dan memotivasikan siswa/i untuk lebih paham hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya kepada hidup mereka sebagai anggota keluarga, masyarakat, dan karyawan-karyawan.

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi di dalam proyek, penelitian, penelidikan, penemuan, dan beberapa macan strategi yang hanya dibatas dari imaginasi guru.

Phillip Rekdale (Jakarta, November 2005)

Website ini sebagai percobaan untuk menggunakan teknologi yang dapat membantu sosialisasi prinsip-prinsip MBS. Kami akan berusaha untuk memasang informasi yang praktis dan baru dari lapangan mengenai perkembangan sekolah. Tetapi, yang sangat penting untuk sekolah di lapangan adalah informasi, khusus contoh-contoh perkembangan yang langsung dari lapangan. Sekolah-sekolah yang sudah mengimplementasikan program sejenis MBS (berdasar lingkungan sekolah) Mohon mengirim informasi mengenai perkembangan anda ke SchoolDevelopment.Net supaya informasi anda dapat membantu sekolah lain.
Website SchoolDevelopment.Net merupakan bagian dari Pendidikan Network Indonesia dan tujuan utama kami adalah pengembangan pendidikan di Indonesia. Tetapi, kami sudah menerima beberapa surat yang mengucapkan terima kasih dari konsultan-konsultan pendidikan yang sedang bekerja di negara lain yang sedang berkembang. Kami ingin mengumpulkan sebanyak mungkin informasi praktis dari mereka yang berpengalaman di lapangan - supaya dapat digunakan oleh semua negara yang sedang berkembang (developing country). Di bidang pendidikan, negara mana yang tidak dapat disebut developing country?

Sebelum desentralisasi, beberapa sekolah di Indonesia sudah melaksanakan proses Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) secara mandiri dan mereka mampu mengatasi banyak masalah-masalah yang berkaitan dengan pengembangan sekolah secara internal. Sekolah-sekolah ini, sebagian yang didaftar (sebelah kiri), disebut sebagai pelopor, dan perkembangannya sebenarnya cukup hebat. Kepala sekolah juga termasuk berani kalau kita melihat keadaan lingkungan dan paradigma sistem manajemen pendidikan saat itu.

Sekarang, di beberapa propinsi di Indonesia kami mulai dapat melihat kemampuan sebenarnya dari MBS karena dukungan yang diberikan dari Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan. Transformasi yang dilaksanakan luar biasa. Proses MBS tidak dapat disebut baru di Indonesia, tetapi pelaksanaan sekarang dibuktikan dapat mengubah kebudayaan dan sistem supaya pengembangannya menjadi efektif dan "sustainable".

Apa yang membuat implementasi sekarang menjadi efektif?
Dasarnya adalah - Manajemen implementasi yang bagus. Seperti semua inisiatif yang lain, manajemen yang bagus adalah kunci untuk implementasi yang afektif. Bila perubahan sistemik dilaksanakan tanpa perubahan kebudayaan organisasi, implementasinya sering gagal dan kembali ke keadaan sebelumnya, seperti kita sudah melihat dulu setelah kepala sekolah yang mendorong prosesnya dipindahkan ke sekolah yang lain.

Untuk implementasi yang bagus semua stakeholder harus sangat mengerti peran mereka masing-masing. Sesuai dengan etos MBS peran mereka tidak dapat dipastikan dari awal secara hitam di atas putih, mereka perlu, secara proses terbuka, mendiskusikan dan menukar pikiran supaya peran mereka yang paling mendukung guru di lapangan dan proses belajar-mengajar secara maksimal dapat ditentukan. Di dalam program baru, tidak ada peserta (stakeholder) yang dianggap superior, semua stakeholder walau mereka adalah Dewan Pendidikan, guru baru, atau orang tua yang petani, membawa input (pengalaman) dan kebutuhan mereka ke meja diskusi untuk mencari jalan terbaik untuk membantu stakeholder yang lain maupun keperluan mereka sendiri. Sekarang, yang juga sangat mendukung prosesnya adalah kita sekalian mengimplementasikan PAKEM (Contextual Learning).
PAKEM - Contextual Learning

Bila proses-proses di atas sudah diikuti dengan baik, dan berjalan secara efektif kita seharusnya dapat melihat situasi pengajaran dan pelajaran yang lebih baik, tetapi bila kita tidak mulai menghadapi hal cara siswa kita belajar, dan apa yang mereka pelajari keuntungan mungkin tidak dapat dilihat dari hasil karya mereka (outcomes). Yang pertama, apa maksud kami "apa yang mereka pelajari". Maksud kami bukan kurikulum, kurikulumnya tidak akan diubah. Yang kami maksud adalah mereka perlu mulai belajar mengenai cara mereka belajar (learning how to learn), cara belajar secara penemuan (discovery), secara kreatif, analisa, dan kritis, supaya mereka dapat menjadi pelajar selama hidup (life-long learners) yang efektif.
Bacaan tertarik: Untuk apa pendidikan?

Yang kedua, "cara siswa kita belajar", apa itu PAKEM (Contextual Learning)?
"A conception that helps teachers relate subject matter content to real world situations and motivates students to make connections between knowledge and its applications to their lives as family members, citizens, and workers." (BEST, 2001).
Satu konsep yang membantu guru-guru menghubungkan isinya mata pelajaran dengan situasi keadaan di dunia (real world) dan memotivasikan siswa/i untuk lebih paham hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya kepada hidup mereka sebagai anggota keluarga, masyarakat, dan karyawan-karyawan.

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi di dalam proyek, penelitian, penelidikan, penemuan, dan beberapa macan strategi yang hanya dibatas dari imaginasi guru.

Phillip Rekdale (Jakarta, November 2005)

Website ini sebagai percobaan untuk menggunakan teknologi yang dapat membantu sosialisasi prinsip-prinsip MBS. Kami akan berusaha untuk memasang informasi yang praktis dan baru dari lapangan mengenai perkembangan sekolah. Tetapi, yang sangat penting untuk sekolah di lapangan adalah informasi, khusus contoh-contoh perkembangan yang langsung dari lapangan. Sekolah-sekolah yang sudah mengimplementasikan program sejenis MBS (berdasar lingkungan sekolah) Mohon mengirim informasi mengenai perkembangan anda ke SchoolDevelopment.Net supaya informasi anda dapat membantu sekolah lain.

Label:

SaJaK-SaJaK SuNdA

LEMAH CAI KURING

Lemah cai kuring..
nagri endah asri..
sugih cacah jiwa..
bahan lubak libuk..

sim kuring…tresna miwah nyaah
ka lemah cai pribadi
kuring suka…kuring betah
di bali geusan ngajadi

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
DUNYA

Nyawang mangsa katukang
hate honcewang..salempang
kuring lir ibarat….manuk
anu keur diajar hiber
dipaksa incah tina sayang
gimir…sieun….
sieun ku geledegna dunya
anu can puguh kumaha kahareupna
anu can puguh naon nu bakal tumiba

tapi ieu hiji kanyataan
anu moal bisa disingkahan
lalaunan tapi pasti, kuring bakal nyorang
nyorang lampah anu nyata….
lampah anu saestuna kudu dipilampah
ku sakumna insan nu kumelendang di alam dunya

kiwari……kuring teu galideur deui
moal inggis dina nyorang kahirupan
moal sieun dina nyorang lalakon
pikeun ngawangun jati diri anu sajati
jati diri lalaki pinilih
lalaki langit lalanang jagat

ayeuna…didieu, kuring nangtung
ajeg panceg lir ibarat tunggul kai
moal unggut kalinduan moal gedang kaanginan
moal ngeplek jawer ngandar jangjang
dina nyanghereupan…DUNYA
======================================================================

DIDIEU KURING NANGTUNG

didieu mangsa katukang
kuring nangtung…

nitenan endahna alam priangan
lembur nu singkur, tengtrem karaharjaan
di luhur gunungna, dina legok landeuhna
ku herang caina, ku loba laukna
geledegan tangkalna, recet manukna
piit leutik dina luhur tangkal kai
nitenan pucuk awi ting garupay
mapag mangsa isuk-isuk

didieu mangsa ayeuna
kuring nangtung…

nitenan robahna alam priangan
gunungna geus ditugaran
tangkalna geus dituaran
caina mimiti beak, laukna paeh sakarat
piit leutik dina luhur tangkal kai
nitenan pucuk awi ting garupay
semu sedih tur nalangsa
ku ruksakna alam priangan

didieu kuring nangtung…

Label:

DARI BAKAUHUNI



sebuah selat

menjadi botol-botol kenangan

dan lutut-lutut lelah

yang menumpang kapal megah

menjadi luapan soda

di botol kenanganku yang pecah



dari bakauhuni

laut menghitung kenangannya sendiri

sementara aku mengayuh masa lalu

dengan kecerdasan yang buntu

bukankah di darat pun diusik mimpi

sebuah rumah atau warisan tanah

atau ibu yang rindu menantu

atau asap-asap cemburu

bisakah diangkut perahu

dari botol-botol kenanganku



dari bakauhuni

aku menjengkali hati

sampai merak

sampai laut menolak ombak

sampai berbotol-botol kenanganku

menjadi anggur yang terus kuteguk

sampai mabuk dalam jutaan kata

yang jatuh dan kujatuhkan

pada botol-botol sunyi

yang bangun dan kubangunkan

pada botol-botol puisi



2003




PUISI-PUISI BARU



di antara musik-musik risauku

telah disisipkan zikir-zikir asing

yang meloncat ke masa depan

sekaligus merindukan pemakaman

selalu saja terdengar batuk ayahku

menggerayangi puisi-puisi baru

dan selalu aku memendam doa

dalam sehimpun diam yang tajam



seperti kesederhanaan yang kupilih

kembali kuhalau salam mikail

ke kampung halamanku yang cacat

masih juga sumpah-sumpahku

mengerangkengi kata-kata yang lelah

dan seperti kegelisahan yang lemah

akar-akar pikiranku memuai

membelit sajak-sajakku yang lunglai



tetapi di pangkal tidurku

harus kususun mimpi-mimpi

yang paling mengesankan

sekaligus paling mencekam

bukankah suatu saat akan tergilir

ribuan doa yang setiap malam kuukir

bukankah suatu saat akan menerkam

ribuan puisi yang setiap malam kugandakan



2003


SAJAK KEPULANGAN



pohon-pohon palma

tiang-tiang listrik yang menyala

ruas-ruas jalan raya yang murka

menjadi doa-doa yang kucerap

dengan kepala yang berat



demikian rindu mencapai kota

setelah tahun-tahun sulit

memindahkan wajah ibuku

ke kanvas basah yang dicelupkan

dan diwarnai warna kulitku



tetapi selalu harus ada yang dibunuh

sekolah rendah ayahku

sawah warisan kakek buyutku

tanah sempit pekuburan keluargaku

selalu meneteskan darah abu-abu



sampai aku memutar arah

setelah lelancip jam menikam langkah

selain maskumambang yang kutembang

bermungkin-mungkin aku terus berenang

menyebrang tangis mensorga remang



kini aku harus berburu

di tanah kuburan ari-ariku

di tapak payah 10 tahun sakit-gembiraku

demikian sulit melelang kota

yang terus membelukar di kepala



2003




TAHUN KELAHIRAN



Tahun kelahiran pun menjadi daun-daun

pisang yang merimbuni kebun keluargaku.

Dan musim biru mengasuh serdadu,

melampaui kecerdasan ibu-bapakku.

Lalu tiap kepala membentuk wajah serupa

dalam bait-bait sajak dukun beranak.



Pada pelepah usiaku yang mengusung

purnama di titik terlambat arah jarum jam,

tahun kelahiranku memahat gadis pada rumah,

ketika nada-nada minor siulan bapakku,

menghentikan biji-bijian mencinta tanah,

dan birahi yang dikucilkan musim basah.



Kini, Segala yang merambat membagi

jarak pada peta jiwaku yang berwarna. Tak ada

musim panen yang melahirkan tahun bisu,

selain ibuku, menunggu menantu di jalan buntu.

Selain aku, menanam tahun dalam puisi, tumbuh

menjadi anak-anak yang kulahirkan sendiri.



2003.








MANUSKRIP MASA LALU



Pada pori-pori ibuku, aku menyusu keringat

bersama rasa cinta yang mengkilap. Ke timur

arah kembara, telah kumuntahkan jarum jam

yang mendarah dan mendaging dalam ruhku.

Bukankah tak pernah tidur segala rasa sakit,

ketika rumah mesti dibangun puluhan tahun,

ketika jelaga mesti dihisap sebelum cahaya

bulan siap menginap.



Menuju fatamorgana, pada hari raya yang

mencerna duka cita. Aku menggoyang lonceng

dan memastikan kegembiraan telah bertengger

di ujung tanduk. Tapi bukankah ibu harus

memasak masa lalu, untuk disuguhkan pada

anak-anaknya dan ayahku yang menggadai

lapar pada tahun-tahun yang menggelegar.



Bersama nyanyian adikku yang menghibur

boneka kayu, aku mengira segala yang

sederhana, yang telah kuteguk dengan

terpaksa, harus kumuntahkan perlahan-lahan.

Tapi bukankah segala yang bersinar, menerangi

kesempurnaan. Sempurna memiliki hidup

yang bermakna bersama cacat beraneka rupa.



2003.





MASKUMAMBANG



Ribuan tahun sebelum Yesus, pada masa

dingin yang lama. Aku telah disiapkan menjadi

pengganti Adam untuk merindukan bau perempuan.

Sebau lumut yang menyulut bayang-bayang kabut

pada sajak-sajak yang menjemput. Sebau rumput

yang mengitari jeritan liar pada mantra garis tangan.



Di tanah lembab, bersama punggung binatang

yang memuai ke hutan-hutan. Ribuan tahun

setelah Nuh menurunkan berpasang-pasang

mahluk di pulau-pulau surut. Aku rupanya

telah disiapkan untuk berlayar bersama seratus

perahu yang dibangun di hutan-hutan.



Tapi lenguh kampung halaman mengirim kelambu

pada sajakku, ribuan hari setelah kakek buyutku

berpoligami. Bisakah mengucurkan kantuk, ketika

di jalan buntu tersusun serdadu. Bisakah bersembunyi,

ketika mimpi terus menari, menyihirku menjadi siput

yang berkarat di pohon-pohon yang terpahit .



2003.





KUPIKUL TAHUN-TAHUN UNIK



Kupikul tahun-tahun unik melewati sungai

merah yang membujur ke selatan menuskrip

kehidupanku. Puisi-puisi mengepulkan

amarah, melewati wajah teduh, melewati

daun bergetah, melewatiku besama peluru

yang menunggu di dini hari yang perih,

menunggu mulut senjata yang berpeluh.



Menulis lagi. Kata-kata jadi perahu yang

digerakkan kematian. Tinta menjelma ombak,

memuntahkan gairah pada sajak-sajak mentah.

Kupikul terus sampai ke batang telinga, menyisiri

bulu-bulu singa betina, bulir-bulir padi kering,

penganan cinta yang menyuguhkan diri sendiri.

Kupikul sampai ke langit-langit risauku,

sampai ke mulut-mulut masa lalu.



Lalu peluit kereta mengundang orang-orang

segera berperang. Aku bersenyawa dengan

angka sambil terus memikul dengan gembira.

Kepala-kepala suku, cahaya-cahaya lampu,

rumah-rumah beratap keriput, menyandera

makna-makna. Aku terus memikul, melewati

penyakit bumi, melewati karma yang ngeri,

mencapai mantra-mantra dengan sembilu

yang mengerat ribuan kembara.



2003.





KUIN CINTA

-buat gadis berkerudung yang terkurung

dalam kaca spion sebuah angkutan umum



Ijinkan kubakar dupa di hatimu. Sebab

doa-doa tak pernah cukup membuatmu

berpaling muka padaku. Ijinkan kukuliti

segala yang menatapmu. Sebab kutahu

tak ada yang lebih jingga dari matamu.



Di setiap dinding kapal karam, ijinkan

aku membungkam cemburu. Bersama

anak-anak telanjang yang menghamili

sungai-sungai perawan, ijinkan aku

menelan auramu yang paling tajam.



Biji kacang mana lagi yang berkecambah

dalam darahku, ketika kau akan memilih

memandangku dengan sangat hati-hati.

Maka ijinkan aku mengucurkan puisi ke

sungai yang bermuara di lesung pipimu.



Jika arang cintaku mengabu di lipatan

kerudungmu, ijinkan aku menyetubuhi

setiap helai rambutmu. Jika tidak, akan

kupastikan anak-anak yang kaulahirkan

kelak, menyerupai setiap sajak-sajakku.



2003.






MEMASUKI PETI MATI



Mimpi tentang datangnya sebuah kekasih,

mengembangbiakkan puluhan keris yang tumbuh

di taman-taman buku. Bagaimana harus kubusurkan

hati, ketika puisi tertancap di pohon-pohon lapuk.

0Bagaimana tak mengunyah bara, ketika musim paceklik

di ladang kata-kata, memercikkan api ke garis usiaku

yang melambat.



Aku memahami pekabungan sebagai ibu tiri dari

risau-risau yang memukau. Mengapa harus menjelagakan

asap-asap perih yang mengitari hari-hari kasat mataku.

Ketika ibuku terus menembang, tajam mendesak ke

sajak-sajak, ke rasa cemburu, ke rasa cemburu yang lantak,

ke masa depan yang memihak, ke anak-anak bulan,

anak-anak sunyi yang kusembunyikan di antara suap

dan kunyah zikir-zikir semediku.



Bersama kitab-kitab sastra yang membajak kematian,

aku mengairmatakan rayuan-rayuan. Ramalan bayi sinis

yang kelak merayap di punggungku, darah yang menyingkap

mitos rumit dari angka 13 selasa pahing kelahiranku,

tenung asmara, jimat-jimat dan mantra-mantra, melulu

menganaksungaikan kepenyairanku, melulu meninju

kepuasan dari sakitnya sumpah-sumpahku.



2003.




MIJIL



Ke sawah-sawah kehidupan, kupadikan

kembara-kembara yang menyumbat arah

dosa-dosaku. Kubajak masa lalu, sajak-sajak

yang berurutan di rambut ayahku, hari-hari

manis yang dimatangkan rasa sakit, kubajak

dan kunasikan doa-doa, sebelum bubur

disajikan untuk sakit-sakit yang terberat.



Melalui payah-payahku, kukendalikan

bendungan yang dibanjiri airmata ibuku.

Kusekat ratusan warna, pada peta yang

menyesatkan cuaca, kukemaraukan masa

depan yang menjejali kepala, setiap jumat,

setiap aura-aura menempati kitab keramat.



Lalu aku merimbun selaik daun, memilah

cahaya yang mencongkel risau ke barisan

paling depan. Kuangkakan harapan-harapan

kering, ketika kata menyusun ambigu yang

menggunung, ketika peta sawahku mengusir

burung-burung. Dan kusungaikan haru-biru,

meluapkan peluh-peluh ragu, menandingi

biji-biji usia yang terus berkecambah bersama

siasat-siasat mentah.



2003.




HARI-HARI MENGELAMBU



menjaring tebaran padi yang berkabung di hatiku.

Raung ambulan, dering telpon dan sumpah palsu

menginjak urat kemiskinanku. Di setiap jejak langkah,

kukristalkan angan-angan yang membedah sajak-sajak

asing dan memuntahkan bunga-bunga kering.



Menjembatani wajah murung yang menggunung,

Aku menikai jam dan memburu detik-detik paling

mencemaskan. Kilau kunang-kunang, bias lensa minus,

desah berat masa depan yang membius, melintang, dan

mengepalai risau-risauku. Memantrakan igauan-igauan,

mencapai lengkingan rasa sakit yang mengesankan.



Mengeranjangi senyum-senyumku yang tergadai. Dan

seperti sepertiga kesempurnaan yang menyempit, aku

menolak kedatangan ribuan doa yang dihembuskan,

menahan jengukan tajam harapan ambigu yang

disengketakan, meyakini keberuntungan sebagai

selasar hari-hariku yang mengelambu, dan meragukan

cacat semediku, memenuhkan mimpi yang diburu,

di usia paling mencekam dan harubiru.



2003.





MEMASUKI PIPA BESI



memasuki pipa besi

bersama arus yang tak kukenali

aku menyembul ke langit

menjadi rahasia

dan lututku menegang

punggungku melayang-layang

sementara ujung lidahku

mendulang emas di bumi

mencari tulang-tulang sulaiman

yang disembunyikan kecemasan



memasuki pipa besi

bercampur keluh yang mematri

aku berkarat

dengan risau yang menyengat

usiaku mendongkel peta

sementara keringat ayahku

menjadi percikan api

dan tubuhku menjadi kayu

di gundukan risau-risau

yang menghitam



memasuki pipa besi

bersama tahun-tahun nyeri

aku berbagi kepala

dengan sajak yang menyala

sementara ibuku menari

kebun-kebun mendaun

membunga lebam

membuah di titik merah

titik hatiku yang berloncatan



2003







BANGKU-BANGKU KAYU

-buat M. Chodi



dan bangku-bangku kayu

malu-malu melewati usiaku

mengapa berlari ke putaran waktu

ketika tahun-tahun dihuni cemburu



dan hutan-hutan suci

berkali-kali menyebrang sunyi

mengapa menghendaki mati

ketika detik-detik diputar mimpi



dan orang-orang jepara

pura-pura menepuk dada

mengapa memilih sebuah nama

ketika peluh berubah warna



dan kawan-kawanku

sama-sama memecah ambigu

mengapa harus meng-arang kayu

ketika sajak-sajak mengirim abu



2003




TANAH KELAHIRAN



memecahkan kendi kata

di patahan masa muda

di gulungan tahun bisu

di mulut pun tertebar kelu

di setiap alun kegembiraanku



sementara pulang ke rumah

ditangkal ribuan gelisah

ditulisi jam-jam tabu

di mana semestinya bercumbu

di mana semestinya mencemburu



menderu tahun-tahun pelik

di atap pekik dan tingkap bisik

di pori-pori yang membiak

di sini maut-maut retak

di gugusan sajak-sajak



sementara kampungku mengerut

dipunggungi tenung kabut

di mana seharusnya membaca

di mana semestinya mengira-ngira

di sana-sini ditumbuhi mantra



2003.




KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN



kembali ke kampung halaman

menanam airmata sepanjang jalan

akhirnya datang juga musim hujan

akhirnya memucuk setiap harapan



kembali ke kampung halaman

menawarkan berita ke jantung jaman

sedang anak panah menembus masa

sedang hatiku mengalirkan darah cinta



kembali ke kampung halaman

memaksakan menggusur jamban

tempat meminum kegembiraan

tempat mencuci ulang sedu sedan



kembali ke kampung halaman

bersama lenggang sisa menuliskan keinginan

mengapa di kepala ibu-bapaku tumbuh uban

mengapa sajak-sajakku ditumbuhi dedaunan



2003.





RONGGENG GUNUNG



o pemilik raut kabut

o tubuh bernafas maut

o jiwa bergulung sabut

mari menenung kalut

bersama nyanyian kemat

bersama tarian keramat



o lelaki bersayap api

mari bernyanyi

diiringi gending buhun

di malam seribu pantun



o kaki-kaki telanjang

mari menari

berlenggak menisik bunyi

berlenggok mengenal bumi



o mata batin yang miskin

mari melewati para kahin

menyusur suluk gunung

menebak gerak ronggeng



o tenaga-tenaga janji

o serat-serat relung hari

o mantra-mantra urat nadi

mari membaca sunyi

bersama sesaji hati

bersama puisi



2003





BERSAMA TENGKORAK *)



besama tengkorak

aku meminjam kuburan

untuk dipajang

di selasar hatiku yang kusam

begitu juga huruf-huruf

terus menyusup

melewati keringat yang panas

menjelma batu nisan

pada puisi-puisi yang kutelan



bersama tengkorak

aku mengafani keluargaku

dengan lembar-lembar sajak

mengapa harus tercipta masa lalu

ketika waktu menjadi satu-satunya

yang mesti kusetubuhi

mengapa harus tercipta masa depan

ketika bayi-bayi jam

mesti kukandung sendiri

dan melahirkan ribuan puisi



bersama tengkorak

aku mempetimatikan kata-kata

sedang hari-hari mengirim selimut

ke khusuk semediku yang keriput

dan di ubun-ubunku

telah tumbuh ratusan belati

sementara aku menenung sperma

mencipta mantra

yang menghantui sorga-sorga



2003



*) judul drama karya Rachman Sabur







SAMPAI DI TUNJUNGAN



sampai di tunjungan

hatiku telah dipenuhi hari-hari

yang disusutkan asin garam

di sini segala yang memendar

dan segala yang tergelar

menjelma kabar



di sepanjang kota yang lelah

hatiku dipenuhi bubuk mesiu

yang dihembuskan rambu jalan

aku memburu bising

yang melenting ke kulit kepala

orang-orang yang beruban

sebelum waktunya



di trotoar di mana perempuan

dan lelaki dengan nafas kuda

memilihku sebagai arca

aku melistrik dan memercik

sambil menyeru lampu-lampu

untuk bersinar tanpa cemburu

tapi di sini tak ada yang tahu

bahwa segalanya abu-abu



dari kerumitan plaza yang menggoda

surabaya tetap saja sebagian umurku

berapa yang mesti disiasati

ketika riuh lebih berarti dari sunyi

berapa yang harus dirampas

ketika dusta lebih bermakna dari cemas


2003







MENJADI PENYAIR





Demi pasir, batu dan air susu ibu yang membentuk

beton bagi mercusuar jiwaku. Aku bertolak dari selasar

usia, dari kampung para penyamun bagi orang-orang

yang bernyali lempung. Selesai mengasuh bakau yang

menahan sebuah pelayaran yang membingungkan.



Demi gelas bening, airmata tawar dan senyum



hambar yang mereguk malam untuk meminjam cahaya,

melulu aku menjadi fatamorgana, melulu warna-warna

pucat yang dipantulkan ke tenggara arah perjalanan

yang sia-sia.

Demi siput dan segala yang melata. Aku berlari

tak henti-henti. Memberi jarak pada akar-akar rambut

yang mandul. Ke kebun-kebun tahun yang ditumbuhi

pohon-pohon kebahagiaan. Aku terus berlari,

mengunjungi rumah-rumah semut, mencari senyum

yang memaniskan jendela kayu, palang-palang pintu,

dan semua kunci yang gembira di setiap stasiun

dan dermaga.



Demi musim dan cuaca yang tak bersahabat.

Aku melawan diri sendiri dengan bom waktu

yang kuaktifkankan di jiwaku empat tahun lalu.