Pendidikan karakter merupakan salah satu hal penting untuk membangun karakter bangsa. Sayangnya, pendidikan karakter di Indonesia selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai. Pendidikan karakter yang dilakukan belum sampai pada tingkatan interalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM, Prof. Sutaryo mengungkapkan saat ini terlihat adanya reduksi besar-besaran terhadap arti pendidikan dan kebudayaan. Salah satunya seperti pemisahan antara pendidikan dan kebudayaan pada ranah struktur aparatur pemerintah yang awalnya adalah Departemen Pendidikan dan Kebudayan menjadi Departemen Pendidikan dan Departemen Kebudayaan dan pariwisata.
Dalam hal ini, kata Sutaryo, pendidikan direduksi jadi persekolahan yang mengharuskan untuk mendidik berbasis kompetensi untuk mempersiapkan manusia Indonesia menjadi tenaga dalam kerangka mekanisme pasar dunia. Analisis sejarah pendidikan Indonesia telah diajukan Ki Hadjar Dewantara pada tahun 1922. Awalnya pendidikan sekolah ditujukan untuk menjadi pegawai yang mengabdi pada kepentingan Belanda. Namun Ki Hadjar mengubah pola pikir pendidikan dimana pendidikan untuk jiwa merdeka, berdikari, masyarakat bangsa, dan negara. Namun setelah memasuiki era globalisasi sejarah kembali berulang dengan gaya yang lebih modern. Pendidikan ditujukan untuk mengabdi pada pangsa pasar dunia
“Pendidikan sekolah saat ini sudah tercerabut dari filosofi pendidikan. Tiga pusat pendidikan yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat justru dipisahkan. Pada akhirnya hasil akhir dari pendidikan itu sendiri lebih sering menjadi tidak menentu,” urai Sutaryo dalam acara Pelatihan pembangunan Karakter pada SDM Penyelenggara SDM SMK RSBI, Selasa (11/10) di Wisma Kagama.
Demikian pula dengan kebudayaan yang direduksi menjadi kegiatan kebudayaan dan pariwisata dengan tujuan menjaring wisatawan sebanyak mungkin untuk menimba devisa. “Yang terjadi justru bukan dalam ranah untu meneguhkan karakter budaya bangsa sebagai basis mental masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu budayawan Prof. Dr. Sumijati AS., menyampaikan desain pendidikan karakter di sekolah melalui model sekolah harmoni. Konsep sekolah harmoni mengedepankan nilai-nilai keserasian, ketentraman, kedamaian dalam aktifitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru, siswa, dan seluruh elemen di sekolah. “ Pendidikan karakter dalam sekolah harmoni mengajarkan hidup dalam perbedaan, membangun kepercayaan, saling menhargai dan pengertian serta menumbuhkan sikap terbuka dalam berpikir,” Jelasnya.
Sumijati menambahkan praktik budaya harmoni di sekolah dapat dilakukan dengan merefleksikan bersama kekerasan sosial yang terjadi antar pelajar untuk menciptakan budaya harmoni di kalangan pelajar. Selain itu praktik budaya harmoni juga bisa dilakukan dengan memutus relasi senior-junior di kelas yang mengarah pada aktifitas non akademik, menciptakan model pembelajaran nir kekerasan, dan memperbanyak kegiatan akademik yang mengarah terciptanya budaya harmoni.
“ Praktik budaya harmoni di sekolah juga bisa dilakukan dengan menciptakan saluran sosial bagi siswa yang tidak banyak melibatkan diri dalam kegiatan sekolah,” imbuhnya. (Humas UGM/Ika)
Pages
Penting, Pendidikan Karakter di Sekolah
Label:
pendidikan
Diposting oleh
Ridwan juliansyah
Kamis, 02 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
Popular Posts
-
Pesantren adalah lembaga yang kaya akan potensi integrasi sosial. Jangkauannya yang luas, kedekatannya dengan masyarakat dan kemampuannya m...
-
Vitamin dan mineral memiliki peranan penting untuk kesehatan dan kecantikan. Kesehatan kita tercermin melalui wajah kita. Jadi, jika tubuh k...
-
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sang...
-
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu...
-
Tulisan ini bukan merupakan kesimpulan atas kinerja guru secara umum, tetapi hanyalah merupakan temuan penulis selama melaksanakan supervisi...
-
Nama Bonek Istilah bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi Jawa Pos tahun 1989[rujukan?] untuk menggambarkan fenomena suporter Per...
-
Jika Anda merasa lelah, berarti stamina anda menurun. Tapi, jangan terburu-buru untuk mengkonsumsi minuman energi atau stamina yang dijual d...
-
Manajemen Berbasis Sekolah Website SchoolDevelopment.Net merupakan bagian dari Pendidikan Network Indonesia dan tujuan utama kami adalah p...
-
Stroke adalah penyebab utama kematian ke-3 di Amerika Serikat. Meskipun faktor risiko tertentu tidak dapat dicegah seperti faktor keturunan....
-
TUKEURAN IEU SAJAK Tukeuran ieu sajak Ku salambar simbut atawa samak saheulay Heug rungkupkeun ka barudak nu teu kaburu heuay Pating...
Labels
- cerpen (2)
- kesehatan (34)
- music (4)
- pendidikan (23)
- sajak (3)
Blog Archive
-
▼
2012
(77)
-
▼
Februari
(56)
- Mayat Yang Mengambang Di Danau
- Tart di Bulan Hujan
- Kota Bandung Kota Kembang, Parijs Van Java dan "Ci...
- Passing Grade SMA Negeri Bandung Tahun 2010-2011
- Penyebab Gusi Berdarah Dan Cara Mengatasinya
- 6 Tips Untuk Membuat Gigi Anda lebih Putih dan Sehat
- Manfaat Suplemen Vitamin dan Mineral Bagi Kesehatan
- 26 Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan
- 7 Manfaat Madu Bagi Kesehatan
- 7 Jenis Makanan Bergizi Untuk Kesehatan Rambut
- 15 Khasiat Buah Pisang
- 6 Manfaat Kentang Bagi Kesehatan
- 9 Makanan Terbaik Untuk Mengontrol Gula Darah
- 9 Makanan Untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
- Manfaat Kedelai Bagi Kulit dan Tubuh
- 4 Cara Efektif Untuk Mencegah HIV/ AIDS
- Gejala-gejala HIV
- Mimisan Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring
- 7 Tips Untuk Meningkatkan Stamina
- 8 Cara Alami Menstabilkan Kadar Gula Darah
- Cara Mudah Mengontrol Tekanan Darah Tinggi
- 4 Cara Mudah Menurunkan Kadar Kolesterol
- 7 Cara Mengurangi Resiko Stroke
- Cara Menghilangkan Stres
- 4 Cara Sederhana Untuk Menurunkan Kolesterol LDL
- Tips-tips menjaga kesehatan lingkungan
- TIPS KESEHATAN TUBUH
- Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang/Syeh Sunan Rohma...
- Bagaimana Menciptakan Kesehatan Lingkungan
- Kesehatan Masyarakat Harus Diutamakan oleh Pemerintah
- Mendengar Aktif
- Bekerja dan Belajar Bersama
- Belajar efektif
- Belajar sebagai seorang dewasa
- Belajar untuk belajar
- Program Pendidikan Jarak Jauh/Berhasil Pada
- Sekilas Sejarah Prabu Kiansantang/Syeh Sunan Rohma...
- Dimanakah Makam Prabu Kian Santang?
- Pajajaran dan Prabu Siliwangi Tak Ada
- Sistem Pendidikan Jarak Jauh
- Misteri Hilangnya Prabu Siliwangi dan Bukti Adanya...
- Asal-Usul Harimau (Maung) Siliwangi
- Pesantren
- Inilah Wasiat Prabu Siliwangi
- Prozac dan Orgasme Tertunda
- Cara Mencerdaskan Anak Dengan Dongeng
- Agar Anak Cepat Berjalan
- Tips Mengembangkan IQ dan EQ Anak
- penyebab kegagalan anestesi lokal ( bius ) pada pa...
- Coklat dapat melindungi terhadap kerusakan gigi
- 6 minuman untuk kesehatan jantung
- Oral Seks Penyebab Kanker
- Penyakit Menular
- Penting, Pendidikan Karakter di Sekolah
- Tentang Pendidikan Karakter
- pensisikan karekter
-
▼
Februari
(56)
Labels
- cerpen (2)
- kesehatan (34)
- music (4)
- pendidikan (23)
- sajak (3)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar